MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) terus menghadirkan berbagai hiburan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara dan BATARA Expo 2026. Salah satunya melalui Parade Band Rock Classic (Rock Jadul) yang resmi dibuka Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, di kawasan Eks Bandara Lama Beringin, Rabu (1/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dipadati ratusan masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan sejumlah grup musik yang membawakan lagu-lagu rock klasik.
Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur Perusda Batara Membangun H Gogo Purman Jaya, para musisi, komunitas pecinta musik, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati H Shalahuddin mengatakan musik rock klasik memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat. Menurutnya, lagu-lagu era tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan perjuangan, persahabatan, nasionalisme, dan kreativitas yang masih relevan hingga kini.
“Parade Band Rock Classic menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan kembali kekayaan musik lintas generasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkuat identitas daerah.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh komunitas musik di Barito Utara untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi musik lokal tanpa meninggalkan akar budaya maupun nilai-nilai positif yang menjadi jati diri daerah.
“Musik rock jadul harus terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif agar tetap menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya Barito Utara,” tegasnya.
Parade Band Rock Classic menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara dan BATARA Expo 2026. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarmusisi sekaligus upaya melestarikan musik rock klasik agar tetap dikenal dan diminati generasi muda. (wan)
Editor: Sari Fatimah







































