MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, berkesempatan menjadi saksi dalam prosesi akad nikah pasangan Ahmad Hijazi dan Salsabila, yang berlangsung khidmat di Masjid Raya Shirathal Mustaqim, Rabu (10/6/2026).
Prosesi akad nikah tersebut dihadiri keluarga besar kedua mempelai, kerabat, serta para undangan yang turut memberikan doa dan restu bagi pasangan yang resmi mengikat janji suci pernikahan.
Ahmad Hijazi diketahui merupakan putra ketiga pasangan H. Muhammad Nor dan Hj. Jakiah. Sementara Salsabila, adalah putri ketiga dari almarhum H. Fatchurrochman dan Hj. Aida Ruswita.
Kehadiran Bupati Barito Utara sebagai saksi pernikahan menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada kedua keluarga yang tengah berbahagia dalam salah satu momen penting kehidupan mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Shalahuddin menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Ia mendoakan agar rumah tangga yang dibangun senantiasa dilimpahi keberkahan, kebahagiaan, dan keharmonisan.
“Semoga ikatan suci yang telah terjalin menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan keturunan yang saleh serta salehah,” ujar Shalahuddin.
Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Barito Utara tersebut juga berpesan agar kedua mempelai senantiasa menjaga cinta, saling menghormati, dan membangun komunikasi yang baik dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar yang diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik dan saling mendukung di masa mendatang.
Ia pun mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Ahmad Hijazi dan Salsabila serta berharap keduanya mampu menghadapi setiap tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran, kebersamaan, dan kasih sayang.
Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai prosesi akad nikah yang berlangsung lancar tersebut. Doa dan harapan terbaik dari keluarga serta para tamu undangan mengiringi langkah awal kehidupan rumah tangga pasangan pengantin baru itu. (wan)
Editor: Sari Fatimah








































