TAMIANG LAYANG – Warga di Kecamatan Patangkep Tutui mengeluhkan belum adanya kelanjutan pembangunan ruas jalan alternatif yang menghubungkan Desa Kotam, Jango hingga Lalap. Jalan yang pertama kali dibuka pada 2023 tersebut hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan.
Beberapa ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan lanjutan meliputi jalur Kotam–Jango, Lalap–Kotam, Lalap–Mawani, Simpang Lalap–Lalap, hingga Bentot–Lalap.
Warga Desa Jango, Hairul Anwar, menyampaikan harapan besar masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Barito Timur dapat segera melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kualitas jalan tersebut.
“Warga sangat mengharapkan agar pembangunan jalan tersebut bisa kembali dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/2/2026) lalu.
Menurut Hairul, kondisi jalan saat ini masih cukup memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Jalan menjadi sulit dilalui kendaraan, sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
Ia menilai, keberadaan jalan alternatif tersebut memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung antar desa sekaligus akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain mempermudah transportasi warga, lanjutnya, peningkatan jalan juga diyakini mampu mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
“Kami berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius. Jalan ini bukan hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga sangat penting dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Warga berharap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut dapat menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat akses transportasi yang baik sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. (*)
Editor: Logman Susilo







































