TAMIANG LAYANG – Tokoh akademisi Kabupaten Barito Timur dari Program Pascasarjana, Dr. Ariantho S. Muler, S.T., M.M., menyatakan dukungan penuh terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen kalangan akademisi dalam menjaga stabilitas nasional serta supremasi hukum di Indonesia.
Dr. Ariantho menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan langkah konstitusional dan strategis untuk memastikan netralitas, profesionalisme, serta independensi institusi kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
“Struktur Polri yang langsung berada di bawah Presiden memberikan kejelasan komando sekaligus memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, Polri memiliki peran yang sangat strategis dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dengan dinamika sosial, politik, dan perkembangan teknologi yang terus berubah, Polri dituntut mampu bertindak cepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Dr. Ariantho juga menilai bahwa keberadaan Polri di bawah Presiden memungkinkan koordinasi lintas sektor berjalan lebih efektif, sehingga kebijakan keamanan nasional dapat diimplementasikan secara optimal hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten Barito Timur.
Ia juga mengapresiasi pendekatan humanis yang selama ini ditunjukkan oleh Polri dalam melayani masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman, keadilan sosial, dan ketertiban umum.
Dr. Ariantho berharap, Polri terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, transparansi, serta integritas kelembagaan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, untuk terus mendukung Polri demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Barito Timur. (*)
Editor: Logman Susilo





































