Peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu menyisakan ruang refleksi yang mendalam, bukan sekadar seremonial tahunan untuk mengenang pembacaan ikrar, melainkan sebuah ujian relevansi sejarah.
Di tanah Barito Timur luhur “Gumi Jari Janang Kalalawah” momentum Sumpah Pemuda harus diterjemahkan melampaui batas retorika nasional sebagai panggilan nurani untuk merajut konsolidasi kebangsaan di tengah keragaman.
Transisi dari Sumpah Pemuda menuju Hari Pahlawan Nasional merupakan jembatan historis krusial yang menuntut kesadaran bahwa persatuan terdahulu adalah titik tolak bagi dedikasi nyata demi kemajuan daerah.
Jika ditarik garis lurus dari masa lalu, medan laga pemuda Barito Timur hari ini telah bergeser secara fundamental dari pertempuran fisik melawan kolonialisme menjadi perlawanan terhadap ancaman yang lebih sunyi.
Musuh nyata yang dihadapi saat ini meliputi ketidakadilan struktural, degradasi lingkungan akibat eksploitasi alam, keterisolasian wilayah pedalaman, hingga apatisme sosial yang menggerus solidaritas kolektif.
Menghadapi tantangan zaman yang kompleks ini, generasi muda dituntut untuk merespons dengan keberanian intelektual dan aksi yang terarah demi menjaga marwah tanah leluhur.
Eksistensi pemuda Barito Timur diuji untuk membuktikan bahwa mereka adalah pewaris sah yang layak melalui redefinisi makna pahlawan masa kini.
Menjadi pahlawan hari ini tidak lagi diukur dari senjata yang dipanggul, melainkan dari konsistensi menjaga keseimbangan ruang hidup, memperjuangkan akses pendidikan dan ekonomi yang adil, serta menggerakkan perubahan di tengah komunitas.
Perjuangan tersebut menuntut ketulusan moral untuk membela hak-hak masyarakat lokal dan memastikan keberlanjutan masa depan lingkungan daerah.
Sudah saatnya pemuda Barito Timur menanggalkan sikap pasif dan berani mengambil alih tanggung jawab sejarah dengan menjadikan spirit “Gumi Jari Janang Kalalawah” sebagai bahan bakar utama pergerakan.
Sumpah Pemuda telah mengajarkan bahwa perbedaan adalah fondasi kekuatan, sehingga penyatuan sinergi kebangsaan dengan aksi nyata akan mengubah generasi muda menjadi lentera perjuangan.
Melalui langkah konsisten tersebut, pemuda siap berdiri di garis depan sebagai pahlawan sejati bagi ruang hidup, lingkungan, dan kemajuan tanah kelahirannya.
Opini: Lutfi Arif Jailani
Pemuda Barito Timur








































