TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat pembangunan gudang Perum Bulog, dengan fokus pada pemenuhan aspek administratif dan legalitas lahan, Rabu (29/4/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati itu dipimpin Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku, yang diwakili Asisten II Setda, Amrullah. Kegiatan dihadiri perwakilan Perum Bulog, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Asisten II Amrullah, menyampaikan bahwa Pemkab Barito Timur telah menghibahkan lahan seluas sekitar 14.532 meter persegi di Jalan Janah Munsit, Desa Sarapat, Tamiang Layang, sebagai lokasi pembangunan gudang Bulog.
“Langkah selanjutnya adalah memastikan seluruh persyaratan administratif antara pemerintah daerah dan Perum Bulog terpenuhi, serta mempercepat proses sertifikasi tanah agar memiliki kepastian hukum sebelum pembangunan fisik dimulai,” ujar Amrullah.
Ia menegaskan, pembangunan gudang Bulog merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung peran daerah sebagai penyangga pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemkab juga mendorong sinergi lintas instansi agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana, termasuk memastikan aspek legalitas lahan dan perizinan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.
Selain itu, diperlukan sinkronisasi teknis antara kebutuhan Bulog dan kesiapan infrastruktur daerah, serta penyusunan timeline kerja yang jelas.
“Jangan sampai prosedur birokrasi menghambat percepatan pembangunan yang bersifat strategis,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Buntok, Faris Jaya Permana, menyampaikan bahwa pembangunan gudang di Barito Timur merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 gudang Bulog yang ditargetkan rampung pada 2026.
Ia menyebutkan, saat ini proses administrasi tengah berjalan, termasuk pengurusan balik nama sertifikat tanah hibah dari Pemkab Barito Timur kepada Perum Bulog.
Selama ini, distribusi pangan untuk Barito Timur masih bergantung dari Barito Selatan. Kehadiran gudang baru diharapkan memangkas rantai distribusi sehingga lebih efisien.
“Dengan adanya gudang Bulog di Barito Timur, distribusi bisa lebih cepat dan efisien, sehingga menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat,” ujarnya.
Gudang tersebut direncanakan memiliki kapasitas tampung hingga 1.000 ton komoditas, seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.
Pembangunan akan didanai oleh pemerintah pusat dan ditargetkan mulai serta rampung pada 2026.
Faris menambahkan, pihaknya masih menunggu izin resmi sebelum merinci spesifikasi teknis bangunan.
“Kehadiran gudang ini diharapkan memperkuat stabilitas ketahanan pangan dan mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” tandasnya. (man)
Editor: Logman Susilo








































