BALI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri kegiatan World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 yang digelar di The Westin Nusa Dua Resort, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan berskala internasional ini diikuti 435 peserta dari 44 negara, serta dihadiri jajaran pemasyarakatan dari seluruh Indonesia, mulai dari Kepala Kantor Wilayah hingga Kepala Balai Pemasyarakatan.
WCPP yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini menjadi forum global bagi para pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik antarnegara.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan opening ceremony yang berlangsung meriah melalui penampilan seni tari dan musik yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penampilan tersebut menjadi simbol keberhasilan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kreativitas warga binaan.
Tercatat sebanyak 261 WBP terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari pengisi acara seni hingga tim dekorasi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menegaskan pentingnya transformasi sistem pemasyarakatan ke arah yang lebih humanis.
“Terjadi pergeseran dari pendekatan retributif menuju restoratif, korektif, dan rehabilitatif, yang tidak lagi hanya berfokus pada pidana pemenjaraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan utama dari transformasi tersebut adalah menciptakan keamanan masyarakat secara berkelanjutan melalui upaya memutus mata rantai residivisme.
Sementara itu, I Putu Murdiana menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam forum internasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.
“Partisipasi dalam WCPP ke-7 ini menjadi sarana strategis untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan negara lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan, hasil dari forum ini akan menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Kami siap mengadopsi inovasi dan praktik terbaik guna meningkatkan kualitas pembinaan serta pelayanan pemasyarakatan,” pungkasnya.
Selain pembukaan, kegiatan juga diisi dengan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang memperkuat arah kebijakan pemasyarakatan Indonesia dalam perspektif global. (hms)
Editor: Logman Susilo









































