BUNTOK – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Buntok, Jumat (20/3/2026). Ia memberikan penguatan tugas dan fungsi serta peningkatan kewaspadaan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan Buntok tersebut dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Buntok, Febryanto, Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, serta Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, bersama jajaran pegawai.
Dalam laporan awal, Kepala Rutan Buntok menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah Ramadan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) berjalan tertib dan kondusif. Selain itu, juga dipaparkan kesiapan usulan remisi khusus Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, serta layanan kunjungan keluarga yang akan dilaksanakan saat momen lebaran.
Dalam arahannya, I Putu Murdiana menegaskan pentingnya perencanaan matang, khususnya pada layanan kunjungan Hari Raya. Ia meminta seluruh jajaran memastikan pelayanan berjalan optimal, tertib, serta sesuai dengan standar operasional prosedur.
“Kita harus memastikan seluruh kegiatan direncanakan dengan baik, terutama layanan kunjungan Hari Raya, sehingga dapat berjalan optimal, tertib, dan sesuai standar operasional,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar penyerahan remisi kepada warga binaan dipersiapkan maksimal, mengingat Surat Keputusan (SK) telah diterbitkan dan siap diserahkan saat Hari Raya Idulfitri.
“Penyerahan remisi harus dipastikan berjalan baik, karena ini merupakan hak warga binaan yang wajib diberikan tepat waktu sesuai ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, Kakanwil turut memberikan motivasi kepada petugas yang tetap menjalankan tugas saat Hari Raya. Ia menyebut pengabdian tersebut sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa dan negara.
“Saya mengapresiasi seluruh petugas yang tetap siaga saat Hari Raya. Ini adalah bentuk pengabdian yang mulia,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan pengamanan. Ia menginstruksikan agar dilakukan penggeledahan secara teliti, penguatan pengawasan, serta penempatan personel di titik rawan, termasuk menjalin koordinasi aktif dengan aparat penegak hukum.
“Keamanan adalah prioritas utama. Lakukan deteksi dini, penggeledahan secara teliti, dan siapkan langkah mitigasi agar tidak terjadi gangguan kamtib,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan petugas, mulai dari pengecekan personel hingga pembagian tugas yang jelas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan. (*)
Editor: Logman Susilo








































