TAMIANG LAYANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dasar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan pemasangan depot air minum di area blok hunian, Kamis (5/2/2026).
Fasilitas tersebut disediakan guna mendukung ketersediaan air minum yang layak, aman, serta mudah diakses oleh seluruh WBP selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
Pemasangan depot air minum dilakukan langsung di lingkungan blok hunian agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal dan merata. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup para warga binaan.
Kegiatan pemasangan depot air minum tersebut didampingi langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, bersama petugas jaga. Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses pemasangan berjalan tertib, aman, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah proses pemasangan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan layanan depot air minum kepada para WBP. Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, bersama Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Dhimas Calandra Anggita, yang turut didampingi Komandan Regu Jaga II.
Junaidi mengimbau, warga binaan untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas depot air minum sebagai bentuk tanggung jawab serta kesadaran dalam memelihara sarana yang telah disediakan.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa operasional layanan depot air minum akan dijalankan oleh tamping yang telah ditunjuk, sehingga pelaksanaan layanan dapat berjalan tertib, teratur, dan kondusif.
Menanggapi hadirnya fasilitas tersebut, para kepala kamar selaku perwakilan WBP menyambut baik langkah peningkatan layanan yang dilakukan pihak rutan. Mereka menyatakan komitmen untuk memanfaatkan fasilitas depot air minum secara bersama-sama sekaligus menjaga penggunaannya.
Fasilitas ini diharapkan bisa memenuhi pelayanan dasar bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang semakin optimal dan mendukung proses pembinaan yang lebih baik. (man)
Editor: Sari Fatimah





































