Buntok – Polres Barito Selatan memastikan proses autopsi terhadap tiga jenazah yang ditemukan di kawasan Gunung Suwalang telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, sampel dan hasil pemeriksaan dikirim ke Laboratorium Forensik di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk analisis lanjutan.
Kapolres Barito Selatan, AKBP Jeckson R Hutapea, menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab kematian ketiga korban.
“Untuk proses autopsi sudah selesai dilaksanakan, selanjutnya hasilnya dikirim ke Labfor Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kita sama-sama menunggu hasilnya nanti, apa yang menjadi penyebab kematian para korban tersebut,” ujar AKBP Jeckson, kepada media ini, Kamis (22/1/2026).
Ia juga menyampaikan informasi awal dari dokter forensik yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Secara kasat mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.
“Berdasarkan pemeriksaan awal secara fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun demikian, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh,” jelasnya.
Kapolres turut mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa ini.
“Kami berharap masyarakat dapat bijak dalam bermedia sosial, saring sebelum sharing, dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.
Sebelumnya, penemuan tiga jenazah misterius di kawasan Gunung Suwalang sempat menggegerkan warga. Setelah dilakukan penelusuran administratif dan koordinasi lintas wilayah, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dipastikan berada di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, bukan Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, sebagaimana informasi awal yang sempat beredar.
Ketiga jenazah ditemukan warga di dalam jurang kawasan perbukitan Gunung Suwalang, tepatnya di area disposal atau penimbunan tanah salah satu lokasi pertambangan. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah kaku dan membengkak, sehingga diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum penemuan.
Korban terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Salah satu korban diketahui merupakan warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai pemotong kayu sekaligus sopir truk PS pengangkut kayu. Sementara dua korban lainnya disebut merupakan pasangan suami istri yang diduga berasal dari Kalimantan Selatan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman sembari menunggu hasil resmi forensik guna memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban. (man)







































