Tamiang Layang, 10 November 2025
Asap hitam pekat membumbung di langit Jalan A. Yani Kilometer 2, Tamiang Layang, Sabtu (8/11/2025) siang itu. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap warung sembako semi permanen milik Jamilah. Bangunan berdinding kayu yang juga menjadi tempat beristirahat pemiliknya itu lenyap dilalap api.
Di tengah kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan barang seadanya, tangisan histeris pemilik warung pecah di antara kepulan asap. Namun, ketegangan itu segera sedikit mereda ketika suara sirene patroli polisi terdengar mendekat.
Tiga personel Satuan Samapta (Satsamapta) Polres Barito Timur Bripda M. Iqbal, Bripda Ruben Christian, dan Bripda Tegar tiba menggunakan kendaraan patroli Isuzu D’Max bernomor polisi 1032-35.
Mereka sigap menembus kepulan asap, menenangkan korban, dan mengamankan lokasi agar api tak merembet ke bangunan lain.
“Kami membantu mengamankan agar warga tidak mendekat. Api bisa saja merambat ke bangunan di sekitarnya,” ujar Ka SPKT Polres Barito Timur, IPDA Gerardus Renaldy Prakoso Situmorang, S.Tr.I.K.
Selain menenangkan warga, para petugas juga mengatur lalu lintas yang sempat macet akibat banyaknya orang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.
Koordinasi cepat dilakukan, tim identifikasi Satreskrim segera datang untuk melakukan olah TKP, sementara petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api.
Berkat kerja sama antara aparat kepolisian dan tim pemadam, api akhirnya berhasil dijinakkan. Meski warung sembako semi permanen milik Jamilah tidak dapat diselamatkan, tindakan cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas.
“Selama proses pemadaman, arus lalu lintas tetap terkendali dan kegiatan TPTKP berjalan aman serta lancar,” tambah IPDA Gerardus.
Lilin tersambar uap BBM, pemicu munculnya api
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu diduga dipicu oleh sambaran api lilin yang mengenai uap bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di dalam ruangan tertutup.
Menurut keterangan saksi, Halimah, saat itu dirinya tengah menutup bungkus kerupuk menggunakan api lilin. Di saat bersamaan, anaknya, Anisa, menuangkan Pertalite ke dalam botol takaran satu liter. Diduga, uap BBM yang terkumpul di ruangan tiba-tiba tersambar api lilin hingga memicu ledakan kecil dan kobaran besar.
Api langsung menyambar pakaian Anisa sebelum membesar dengan cepat. Mereka sempat berteriak minta tolong sebelum keluar dari warung.
Warga sekitar yang panik segera berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama kemudian, armada pemadam kebakaran bersama relawan dan aparat kepolisian tiba di lokasi dan berhasil mencegah api menjalar ke bangunan lain.
Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Adhy Heriyanto membenarkan peristiwa tersebut.
“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat uap BBM yang tersambar api lilin di ruang tertutup. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiel diperkirakan mencapai seratus juta rupiah,” jelasnya.
Hingga kini, Polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa botol kaca berisi sisa Pertalite serta pecahan botol yang terbakar. (*)
Baca juga: Kapolres Barito Timur Beri Penghargaan Personel Berprestasi di Hari Pahlawan
Baca juga: RSUD Tamiang Layang Uji Coba Sistem Antrean Online Pasien









































