Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perdagangan Koperasi UKM meluncurkan inovasi pengawasan distribusi gas melon atau LPG 3 kg bersubsidi bertajuk PASTI GAS (Pengawasan Distribusi Tepat Sasaran LPG Bersubsidi). Program ini merupakan Proyek Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III PPSDM Yogyakarta yang digagas oleh Wachid Sarbani, SE., M.Si.
Program PASTI GAS hadir sebagai respons terhadap berbagai persoalan distribusi LPG 3 kg di masyarakat, seperti kelangkaan semu, kenaikan harga di atas HET, minimnya kepatuhan pangkalan, serta penggunaan LPG bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak. Persoalan ini dinilai dapat mengganggu stabilitas energi rumah tangga dan pelayanan publik.
Wachid Sarbani menjelaskan bahwa PASTI GAS disusun melalui analisis kebutuhan masyarakat dan evaluasi kondisi distribusi di lapangan.
“Melalui PASTI GAS, kami memastikan LPG bersubsidi tersalurkan tepat sasaran, harga sesuai HET, dan distribusi lebih tertib. Inovasi ini dibangun berdasarkan masalah di lapangan dan kolaborasi lintas sektor,” ujar pria yang juga menjabat Kabid Perdagangan ini.
Program ini bertumpu pada tiga fokus besar yaitu, penertiban distribusi dengan pemantauan rutin kepada agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi sesuai kuota dan perizinan.
Pengawasan tepat sasaran berbasis NIK guna menjamin penggunaan LPG subsidi hanya untuk rumah tangga miskin, UMKM kecil, dan kelompok yang berhak.
Selain itu, koordinasi terpadu dengan melibatkan Dinas Perdagangan, kecamatan, desa, Satpol PP, kepolisian, agen, dan pangkalan dalam satu sistem pengawasan bersama.
Sejak dijalankan sebagai Proyek Perubahan PKA, sejumlah capaian awal sudah dirasakan masyarakat, antara lain penurunan keluhan terkait kelangkaan LPG 3 kg. Harga LPG di pangkalan semakin sesuai HET, peningkatan kepatuhan pangkalan dalam pelayanan, terlaksananya pengawasan terpadu di sejumlah kecamatan, serta terbangunnya komitmen bersama antara pemerintah daerah, agen, dan pangkalan LPG.
Dukungan pun datang dari pimpinan daerah yang menilai program ini penting dalam memperkuat keadilan distribusi energi bersubsidi di Barito Timur.
Camat Dusun Tengah, Prismayandi, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan PASTI GAS.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas pelaksanaan Proyek Perubahan PASTI GAS. Dengan adanya program ini, pengawasan dan penertiban LPG 3 kg bersubsidi menjadi lebih maksimal dan berdampak pada penyaluran yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar layak. Saya sangat mendukung upaya ini demi Barito Timur yang lebih baik. PASTI GAS adalah kendali distribusi, jaga subsidi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Barito Timur melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM akan memperkuat implementasi PASTI GAS melalui penerbitan surat edaran, pembentukan tim terpadu, kerja sama lintas sektor, pembuatan barcode dan link pengaduan, digitalisasi laporan distribusi pangkalan, sampai pembinaan rutin kepada pelaku usaha LPG.
Dengan langkah-langkah tersebut, PASTI GAS diharapkan menjadi model pengawasan LPG bersubsidi yang efektif dan berkelanjutan, serta memastikan energi bersubsidi tersalurkan tepat sasaran menuju Barito Timur yang lebih tertib, adil, dan sejahtera. (LG/AK)







































