Kuala Kapuas – Aksi demonstrasi Jilid II Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Kapuas berlangsung di depan Gedung DPRD Kapuas, Jalan Tambun Bungai, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Ratusan massa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta elemen masyarakat, menyampaikan 17 poin tuntutan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kapuas. Aksi tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat aparat kepolisian dan TNI agar tetap aman dan kondusif.
17 Tuntutan itu antara lain:
1. Mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
2. Mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.
3. Mendesak revisi RUU Pemilu dengan melakukan redesign sistem Pemilu 2029.
4. Reformasi DPR : merampingkan anggaran dan jumlah anggota DPR, memangkas seluruh anggaran yang tidak mendesak bagi kesejahteraan rakyat, serta menghapus perlakuan istimewa yang menimbulkan kesenjangan dengan rakyat, seperti : PPh 21 ditanggung APBN, sistem pengawalan khusus, transportasi pribadi diganti transportasi umum gratis, tunjangan pensiun seumur hidup.
5. Menolak dalam bentuk apa pun kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR.
6. Memberikan standar gaji layak bagi guru se-Indonesia sebagai Pahlawan Bangsa.
7. Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM). Naikkan Upah Minimum Tahun 2026 sebesar 8,5–10,5%.
8. Hentikan PHK massal dengan membentuk Satgas PHK.
9. Reformasi pajak perburuhan, meliputi: menaikkan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) menjadi Rp7.500.000 per bulan, menghapus pajak pesangon, menghapus pajak THR, menghapus pajak JHT, menghapus diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.
10. Menolak dalam bentuk apa pun kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR (penegasan kembali).
11. Mendesak pemerintah segera mengusulkan pengangkatan tenaga kontrak (RJ R2 R3 R4) menjadi P3K, khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas.
12. Mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kapuas untuk serius menangani permasalahan PDAM, terutama kualitas air dan pendistribusian yang tidak tepat sasaran.
13. Mendesak agar diusut tuntas dugaan korupsi proyek pembangunan RTH Simpang Adipura dan Hutan Kota.
14. DPRD Kabupaten Kapuas harus aspiratif terhadap permasalahan masyarakat.
15. Dalam membuat Peraturan Daerah, DPRD Kabupaten Kapuas harus berpihak kepada masyarakat.
16. DPRD Kabupaten Kapuas harus transparan dan akuntabel dalam kinerjanya.
17. DPRD Kabupaten Kapuas diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat untuk kemajuan daerah, di atas kepentingan pribadi maupun golongan (sense and critical).
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kapuas, Ardiansah, didampingi unsur pimpinan dan sejumlah anggota dewan, turun langsung menemui massa aksi di depan gedung DPRD.
“Saya selaku pimpinan dan seluruh anggota siap menerima aspirasi yang disampaikan, dan siap mengawal selama masih bisa dijangkau. Apa yang disampaikan akan kami dengarkan, terima, dan kawal demi Kapuas yang aman dan kondusif,” tegas Ardiansah di hadapan peserta aksi.
Politisi Partai Golkar itu juga mengajak para mahasiswa untuk melakukan dialog di dalam gedung DPRD, agar penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kecil Raja Bunu.
Dalam dialog bersama perwakilan mahasiswa dan masyarakat, disepakati bahwa seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti dan ditandatangani secara resmi oleh Ketua DPRD Kapuas bersama perwakilan aksi sebagai bentuk komitmen bersama.
Dari hasil dialog tersebut, DPRD Kapuas juga membuka peluang bagi perwakilan mahasiswa untuk ikut bersama ke Jakarta, guna menyampaikan aspirasi langsung ke pemerintah pusat.
“Kita berharap, dari hasil dialog ini menjadi langkah awal menuju sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah demi terciptanya Kapuas yang aman, kondusif, dan sejahtera,” ujar Ardiansah.
Aksi demonstrasi Jilid II itu berakhir dengan penandatanganan surat pernyataan sikap bersama antara Ketua DPRD Kapuas, perwakilan mahasiswa, dan elemen masyarakat. Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai. (AK)
Baca juga: HUT ke-23 Murung Raya, Pemkab Tebar Manfaat Lewat Kartu Hebat
Baca juga: Dina Maulidah Ajak UMKM Manfaatkan Mura Expo 2025 untuk Promosi dan Inovasi









































