TAMIANG LAYANG – Setelah sekitar tiga tahun menjalankan pelayanan sebagai calon resort, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Paju Epat akhirnya resmi menyandang status sebagai resort definitif.
Peresmian tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Barito Timur karena dinilai menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan GKE di Kecamatan Paju Epat.
Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, saat memberikan sambutan dalam Peresmian Resort GKE Paju Epat yang berlangsung di Gereja GKE Eben Ezer Telang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Majelis Pekerja Harian Sinode GKE, Ketua III Sinode GKE, Camat Paju Epat, para kepala desa, pihak swasta, Ketua Resort GKE Paju Epat beserta jajaran, pendeta, vikaris, mahasiswa PPG, penatua dan diakon, serta tamu undangan lainnya.
Misnohartaku mengatakan, perubahan status dari calon resort menjadi resort definitif bukan sekadar perubahan kelembagaan. Lebih dari itu, peresmian tersebut menjadi tanda dimulainya tanggung jawab pelayanan yang semakin besar.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur, kami menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga GKE di wilayah Paju Epat atas momentum bersejarah ini,” katanya.
Perjalanan GKE Paju Epat menuju status definitif telah berlangsung sekitar tiga tahun. Calon Resort GKE Paju Epat disahkan pada 2023, sebelum akhirnya melalui Sinode Umum GKE ke-XXV di Puruk Cahu disepakati dan disahkan menjadi Resort Definitif.
“Peresmian hari ini bukan sekadar perubahan status kelembagaan, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab pelayanan yang semakin besar,” ujarnya.
Menurut Misnohartaku, pemerintah daerah memandang kehidupan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Gereja tidak hanya menjalankan fungsi peribadatan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun masyarakat yang rukun, peduli, berkarakter, serta mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.
Pemkab Barito Timur berharap Resort GKE Paju Epat dapat menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah, penguatan hubungan antarumat beragama, kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah, kegiatan sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
“Komitmen seperti ini tentu sejalan dengan semangat membangun Barito Timur yang damai dan harmonis,” katanya.
Saat ini, Resort GKE Paju Epat menaungi tujuh jemaat definitif, satu calon jemaat dan tiga lingkungan pelayanan. Dengan cakupan tersebut, keberadaan resort dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Paju Epat maupun Barito Timur secara umum.
Pemkab Barito Timur juga memberikan apresiasi terhadap perhatian GKE Paju Epat dalam pembinaan anak, pemuda dan remaja, perempuan, kaum bapak, pelayanan diakonia, pekabaran Injil, pengembangan sumber daya manusia, hingga berbagai kegiatan sosial.
Menurut Misnohartaku, pembinaan generasi muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Sebab, pembinaan yang baik diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta aktif memberikan kontribusi bagi daerah.
Selain pembinaan generasi muda, perhatian juga diberikan terhadap upaya GKE Paju Epat dalam menjaga sejarah pekabaran Injil. Salah satunya melalui rencana revitalisasi Sumur Tuan Deninger di Jemaat Murutuwu.
“Upaya menjaga nilai sejarah dan identitas budaya seperti ini memiliki arti penting karena sejarah kehidupan masyarakat merupakan bagian dari kekayaan daerah yang patut dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Misnohartaku.
Memasuki periode pelayanan 2026–2031, Misnohartaku berharap Resort GKE Paju Epat semakin memperkuat pelayanan dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
Sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi pembinaan sumber daya manusia, pelayanan jemaat, pekabaran Injil, pembangunan sarana pelayanan, penguatan administrasi, serta penataan keuangan.
Pemkab juga mengapresiasi komitmen Resort GKE Paju Epat dalam membangun tata kelola organisasi yang tertib dan bertanggung jawab, termasuk penerapan sistem keuangan satu pintu, pelaporan keuangan, pengawasan oleh Badan Pengawas Perbendaharaan, serta pembinaan sistem keuangan.
“Tata kelola yang baik akan semakin memperkuat kepercayaan dan keberlanjutan pelayanan gereja,” ujarnya.
Misnohartaku juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban, memperkuat kepedulian sosial, mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda, serta bersama-sama menjaga lingkungan.
Ia berharap komunikasi dan kemitraan antara pemerintah, gereja, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Peresmian Resort GKE Paju Epat hendaknya menjadi tanda bahwa pelayanan gereja semakin hadir, bukan hanya di dalam gedung gereja, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku kembali menyampaikan ucapan selamat atas peresmian Resort GKE Paju Epat sekaligus pelaksanaan Sinode Resort I GKE Paju Epat Tahun 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian peresmian dan persidangan sinode berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi pelayanan, sekaligus semakin memperkuat kebersamaan antara gereja, pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Barito Timur. (*)
Editor: Logman Susilo






































