KUALA KAPUAS – Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba mendapat perhatian serius di Kabupaten Kapuas. Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat, mengikuti penilaian Kampung Bebas dari Narkoba tingkat nasional yang dilakukan Tim Mabes Polri, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Thosibae Limin. Ia menyambut baik penilaian tersebut dan menilai kehadiran Tim Mabes Polri menjadi dorongan bagi pemerintah daerah bersama masyarakat untuk semakin memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Penilaian Kampung Bebas dari Narkoba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut sekaligus menjadi upaya membangun keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkotika.
Menurut Thosibae, persoalan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga keluarga.
“Narkoba merupakan ancaman serius yang merusak kesehatan, masa depan generasi muda, serta ketahanan keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberantasannya harus dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai Program Kampung Bebas dari Narkoba memiliki nilai strategis karena menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan sejak dari lingkungan masing-masing.
Keterlibatan warga, kata dia, dapat memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus mendorong munculnya keberanian untuk melaporkan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus memperkuat sinergi dengan kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkoba,” tegasnya.
Thosibae berharap penilaian tingkat nasional tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan menjadi penyemangat agar gerakan melawan narkoba terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Menurutnya, semakin kuat keterlibatan masyarakat, semakin besar pula upaya bersama dalam menjaga generasi muda dan menciptakan lingkungan yang sehat.
“Sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkotika,” pungkasnya. (*)
Editor: Logman Susilo







































