Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program 1000 Tenaga Kerja Terlatih.
Program ini merupakan salah satu dari 20 Program Unggulan Bupati M. Yamin dan Wakil Bupati Adi Mula Nakalelu.
Salah satu bentuk nyata pelaksanaan program tersebut adalah pelatihan tenaga keamanan (security) yang digelar di Asrama Haji Palangka Raya sejak 30 Mei hingga 8 Juni 2025, yang diikuti oleh 65 peserta dari berbagai kecamatan di Barito Timur.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Timur bekerja sama dengan PT Prima Security Indonesia.
Bupati Barito Timur, M. Yamin, yang hadir langsung meninjau kegiatan tersebut, menegaskan bahwa program pelatihan kerja merupakan strategi terarah dan terukur dalam mengurangi pengangguran terbuka, khususnya di kalangan usia produktif.
“Program 1000 Tenaga Kerja Terlatih ini adalah bagian dari upaya membekali masyarakat Barito Timur dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Kami ingin mereka tidak hanya siap kerja, tapi juga memiliki daya saing,” tegas Bupati Yamin.
Menurut Bupati, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap kerja, kedisiplinan, dan etika profesional, sehingga lulusan pelatihan benar-benar siap untuk langsung diserap oleh industri atau dunia usaha.
Dalam pelatihan security yang tengah berlangsung, peserta dibekali berbagai materi standar industri keamanan, mulai dari pengamanan fisik, keterampilan komunikasi, hingga dasar-dasar penanganan situasi darurat.
Bupati juga menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini akan terus diperluas mencakup berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perhotelan, perbengkelan, tata boga, teknologi informasi, dan wirausaha produktif.
“Kita targetkan dalam beberapa tahun ke depan, minimal 1000 masyarakat usia kerja di Barito Timur telah memiliki sertifikasi dan keterampilan kerja yang siap pakai. Ini juga bentuk tanggung jawab pemerintah dalam membuka akses terhadap pekerjaan layak,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama penyaluran tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berorientasi pada penempatan kerja.
Kepala Dinas Nakertrans Barito Timur, Albert, menambahkan bahwa pelatihan kerja ini juga akan dikaitkan dengan sistem informasi tenaga kerja daerah, agar lulusan pelatihan dapat terhubung dengan kebutuhan tenaga kerja secara real-time.
“Kami pastikan ada tindak lanjut, minimal 50 persen peserta tahun ini bisa langsung bekerja. Sisanya akan kami bantu melalui mekanisme penempatan dan bursa kerja,” ujarnya.
Program 1000 Tenaga Kerja Terlatih ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis SDM yang kuat, unggul, dan berdaya saing di Kabupaten Barito Timur.(*/AK)
Baca juga: Gubernur Kalteng Dorong Peningkatan Kualitas SDM Dayak
Baca juga: Indonesia – Prancis Luncurkan Kemitraan Strategis Kebudayaan di Candi Borobudur








































