MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Sri Neni Trianawati, menekankan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan sejarah daerah.
Hal ini disampaikannya usai mengapresiasi pameran naskah kuno yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Barito Utara, yang menampilkan mushaf Al Quran tulisan tangan berusia 156 tahun.
Menurut Sri Neni, keberadaan naskah kuno tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang penting bagi generasi masa kini dan mendatang.
“Pelestarian naskah kuno harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Ini adalah aset berharga yang mencerminkan perjalanan sejarah dan budaya daerah kita,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Ia mengapresiasi langkah Dissiptaka yang tidak hanya menyimpan, tetapi juga memperkenalkan naskah kuno kepada publik melalui pameran. Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Salah satu koleksi yang menjadi sorotan adalah mushaf Al Quran tulisan tangan yang dibuat oleh H.M. Tasin. Naskah tersebut telah berusia lebih dari satu setengah abad dan menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di Barito Utara.
Menariknya, mushaf tersebut sebelumnya dirawat secara turun-temurun oleh keluarga hingga akhirnya diserahkan oleh H. Afuw Anwar kepada pemerintah daerah untuk dilestarikan.
Sri Neni juga mengajak masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno agar tidak ragu menyerahkannya kepada pemerintah guna mendapatkan perawatan yang lebih baik dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi.
Selain mushaf Al Quran, pameran tersebut turut menampilkan naskah khutbah Idul Fitri dan Idul Adha yang masing-masing berusia puluhan tahun, menambah kekayaan koleksi sejarah yang dimiliki daerah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.
“Dengan pelestarian yang baik, kita tidak hanya menjaga benda bersejarah, tetapi juga menjaga identitas dan jati diri daerah,” pungkasnya. (wan)
Editor: Sari Fatimah









































