MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H Nadalsyah, mantan Bupati Barito Utara dua periode, dengan mendatangi rumah duka di Jalan Indah II, Muara Teweh, Selasa (6/10/2026).
H Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) dalam usia 61 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Barito Utara.
H Shalahuddin datang bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, para asisten Setda, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat serta sejumlah keluarga almarhum.
Di hadapan keluarga, H Shalahuddin menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang pengabdian Nadalsyah selama memimpin Barito Utara.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H Nadalsyah. Beliau adalah pemimpin yang baik. Selama 10 tahun memimpin sebagai Bupati Barito Utara, jasa-jasa beliau sangat besar bagi pembangunan daerah ini,” ujar H Shalahuddin.
Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafan dan kesalahannya diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
H Shalahuddin juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian almarhum.
Jenazah Disemayamkan di Islamic Center
Berdasarkan informasi keluarga, jenazah H Nadalsyah akan disemayamkan di Islamic Center Muara Teweh pada Rabu pagi (7/10/2026).
Penyemayaman tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah daerah, ASN dan masyarakat Barito Utara untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum almarhum dimakamkan.
H Nadalsyah dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Selama dua periode memimpin Barito Utara, berbagai kiprahnya dalam pembangunan daerah menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan yang dikenang masyarakat.
Kepergian mantan bupati tersebut menjadi kehilangan bagi keluarga sekaligus masyarakat Barito Utara yang pernah merasakan kepemimpinannya. (wan)
Editor: Sari Fatimah








































