PALANGKA RAYA – Operasi pencarian personel Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat penggerebekan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei kembali berujung duka. Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (4/7/2026) sore.
Jenazah Bripda Nopandri ditemukan sekitar pukul 15.55 WIB oleh seorang warga yang melintas di aliran Sungai Katingan. Korban ditemukan mengapung dan tersangkut di ranting pohon di sekitar Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, atau berjarak puluhan kilometer dari lokasi awal operasi.
Saat ditemukan, Bripda Nopandri masih mengenakan kaus hitam dan celana pendek. Tim gabungan bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses visum et repertum.
Dengan ditemukannya Bripda Nopandri, jumlah personel Polri yang gugur dalam operasi penindakan narkotika tersebut bertambah menjadi dua orang. Sebelumnya, Aipda (Anumerta) Yudhie Perdana Putra lebih dulu ditemukan meninggal dunia usai insiden yang terjadi saat penggerebekan.
Sementara itu, satu personel lainnya, Aiptu Sumariyanto, hingga kini masih dalam pencarian. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah, Polres Katingan, Basarnas, dan unsur terkait terus menyisir aliran Sungai Katingan serta area sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat menegaskan pencarian terhadap personel yang hilang menjadi prioritas utama. Bahkan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama pejabat utama Polda melakukan patroli udara untuk memantau langsung proses pencarian.
“Tadi pagi saya bersama Bapak Kapolda Kalteng dan pejabat Polda lainnya melaksanakan patroli udara meninjau TKP, menyisir Sungai Katingan via udara mengiringi tim SAR sungai yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” kata Budi.
Diketahui, insiden tersebut terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melaksanakan operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Dalam operasi itu, petugas diduga mendapat perlawanan dari para pelaku yang mengakibatkan gugurnya dua anggota Polri serta memicu operasi pencarian dan pengejaran terhadap para pelaku yang hingga kini masih berlangsung. (*)
Editor: Logman Susilo








































