PURUK CAHU – Pembinaan seni budaya dan keagamaan dinilai menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda kepada nilai-nilai spiritual. Karena itu, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya diharapkan terus diperkuat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, saat mewakili Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Murung Raya dalam acara pelepasan kafilah Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Setda B, Puruk Cahu, Selasa (13/10/2026).
Dina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya atas dukungan, perhatian, serta fasilitas yang diberikan kepada kafilah yang akan berlaga di Kapuas pada 14–16 Oktober 2026.
“Dari sekian banyak kabupaten yang mengikuti FSQ, Murung Raya menjadi salah satu daerah yang konsisten mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerahnya,” ujar Dina, yang juga menjabat Wakil Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Murung Raya.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan seni qasidah dan mengembangkan potensi generasi muda di daerah. Terlebih, saat ini telah terbentuk lima Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI yang diharapkan menjadi basis pengembangan seni budaya dan keagamaan hingga tingkat kecamatan.
Dina optimistis keberadaan kepengurusan tersebut akan mendorong pembinaan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni yang membawa pesan moral dan spiritual.
Ia berharap seni budaya Islami maupun seni keagamaan lainnya dapat semakin diminati anak muda di tengah berkembangnya berbagai aliran musik modern.
“Ini adalah tugas dan PR kita bersama, bagaimana anak-anak muda kita bisa mencintai seni budaya Islam, Kristen, dan lain sebagainya, supaya mendekatkan mereka kepada Tuhan, bukan musik yang membawa kepada kemaksiatan,” tegasnya.
Dina juga menilai LASQI Nusantara Jaya memiliki peran strategis dalam pembinaan seni dakwah melalui musik Islami. Ia menyandingkan peran lembaga tersebut dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), yang bergerak dalam pembinaan seni baca Al-Qur’an.
Menurutnya, kedua lembaga tersebut sama-sama memiliki peran dalam pembinaan seni dan keagamaan sehingga perlu mendapatkan perhatian serta dukungan yang memadai dari pemerintah daerah.
Selain mendorong penguatan pembinaan, Dina berpesan kepada seluruh peserta, ofisial, pelatih, dan pendamping agar menjaga sikap, kesantunan, serta akhlakul karimah selama mengikuti perlombaan.
Ia mengingatkan bahwa para peserta bukan hanya membawa nama pribadi, melainkan juga nama Kabupaten Murung Raya. Karena itu, kekompakan, kesehatan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan harus menjadi perhatian seluruh anggota kafilah.
Setelah mengikuti FSQ tingkat provinsi di Kapuas, Murung Raya juga menghadapi agenda festival tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bandung pada 2–6 November 2026.
Dina berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkenalkan potensi seni qasidah dan dakwah Murung Raya di tingkat yang lebih luas. (*)
Editor: Logman Susilo









































