TAMIANG LAYANG – Polres Barito Timur melibatkan tim internal dan eksternal dalam pelaksanaan pemeriksaan administrasi (rikmin) Penerimaan Terpadu Polri Tahun Anggaran 2026, Kamis (26/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).
Kegiatan yang dilaksanakan Bagian SDM Polres Barito Timur tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi calon anggota Polri, baik jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama.
Pelibatan berbagai unsur pengawas bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur serta bebas dari praktik penyimpangan.
Tim internal terdiri atas personel Polri yang berkompeten, termasuk pengawas internal dari Seksi Pengawasan (Siwas) dan Profesi dan Pengamanan (Propam). Sementara itu, tim eksternal melibatkan instansi terkait seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pendidikan, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan media.
Dalam proses rikmin, peserta seleksi menjalani pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen administrasi, mulai dari identitas diri, keabsahan ijazah, hingga kelengkapan berkas lainnya. Seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dengan pengawasan ketat guna menjamin objektivitas.
Kapolres Bartim AKBP Eddy Santoso, melalui Kepala Bagian SDM AKP Ribut Pujiriyanto, menegaskan bahwa kolaborasi antara tim internal dan eksternal merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga integritas proses rekrutmen.
“Kami melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk transparansi dan pengawasan bersama. Hal ini untuk memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH, tanpa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme maupun intervensi dari pihak mana pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kelengkapan administrasi yang dimiliki.
Menurutnya, melalui proses seleksi yang terbuka dan akuntabel ini, diharapkan Polri dapat menghasilkan calon anggota yang profesional, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (hms)
Editor: Sari Fatimah







































