TAMIANG LAYANG – Pelaksanaan layanan kunjungan khusus Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang yang digelar pada 21 hingga 24 Maret 2026 berlangsung tertib, aman, dan penuh kehangatan.
Momentum hari raya dimanfaatkan warga binaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sehingga menghadirkan suasana kebersamaan yang kental dan penuh makna di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, sebelumnya telah menetapkan Surat Tugas Layanan Kunjungan Cuti Bersama Idulfitri 1447 Hijriah sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pelayanan selama periode libur.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang responsif dan terencana dengan baik.
Optimalisasi layanan dilakukan melalui penambahan personel di setiap pos, mulai dari registrasi kunjungan, penggeledahan barang dan badan, penitipan barang, verifikasi pengunjung dan warga binaan, hingga pengawasan ruang kunjungan.
Seluruh tahapan layanan dirancang agar berjalan efektif, tertib, dan tetap mengedepankan kenyamanan pengunjung.
Menariknya, seluruh pos layanan diisi oleh jajaran pegawai lintas fungsi, baik dari unsur staf maupun anggota regu pengamanan yang sedang lepas dari jadwal piket.
Keterlibatan ini bertujuan memastikan pelayanan tetap maksimal tanpa mengurangi kesiapsiagaan pengamanan di dalam rutan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di tengah tingginya intensitas kunjungan selama masa libur Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diawasi langsung oleh Kepala Rutan Agung Novarianto, serta didukung pejabat manajerial sebagai koordinator, yakni Junaidi selaku Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Sri Rahayu selaku Kepala Subseksi Pengelolaan, dan Dhimas Calandra Anggita sebagai Plh Kepala Kesatuan Pengamanan.
“Seluruh petugas agar melaksanakan tugas sesuai prosedur. Layanan kunjungan harus berjalan tertib, transparan, dan humanis, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” tegas Agung.
Ia juga mengingatkan agar pemeriksaan dilakukan secara cermat namun tetap santun, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. (hms)
Editor: Logman Susilo






































